Afirmasi

Program Afirmasi Pendidikan Tinggi
Bagi Putra Putri Asli Papua

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah hak asasi manusia, dan ketika akses pendidikan telah dibuka seluas-luasnya, maka seluruh putra bangsa harus dapat memanfaatkan akses tersebut sebaik-baiknya. Namun dalam beberapa keadaan khusus akses pendidikan, terutama pendidikan tinggi tidak selamanya dapat tersedia. Akses yang terbatas tersebut dapat disebabkan karena keterbatasan sarana, atau karena keadaan khusus yang menyebabkan akses tersebut menjadi sangat terbatas. Keadaan khusus tersebut dapat pula disebabkan oleh keadaan berupa kondisi geografi, pertumbuhan ekonomi, bencana alam atau kondisi sosial budaya dan latar belakang sejarah khusus yang dialami oleh sekelompok masyarkat.
Pemerataan dan keterbukaan akses pendidikan sangat penting untuk memperkokoh kekuatan dan kesatuan bangsa. Keutuhan berbangsa tercermin dari tingkat pendidikan yang merata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Lemahnya latar belakang pendidikan pada salah satu bagian wilayah, menyebabkan lemahnya kekuatan rantai persatuan sebagai bangsa. Upaya untuk mengatasi dan memperkuat rantai kesatuan berbangsa tersebut, salah satunya melalui peningkatan akses dan penuntasan pendidikan tinggi bagi daerah dengan kondisi khusus tersebut.
Provinsi Papua dan Papua Barat adalah bagian wilayah negara kesatuan Republik Indonesia, yang hingga saat ini belum memperoleh akses pendidikan yang baik, terutama pendidikan tinggi. Oleh karenanya ketertinggalan diberbagai aspek kehidupan, dan tingkat kesejahteraan yang rendah dan seringkali menyisakan masalah besar. Kondisi infra struktur pendidikan yang serba terbatas di pedalaman menyebabkan pendidikan semakin tidak merata dan semakin hari melahirkan kebodohan dan kemiskinan yang menyebabkan anak-anak orang asli Papua tersingkir dari kancah persaingan dunia yang berkembang pesat . Tidak sulit menemukan gedung sekolah yang reyot, hanya beberapa orang guru, buku pelajaran yang sudah usang, sejumlah kecil murid yang bersepatu, seragam yang serba kumal dan lusuh, murid yang memiliki masalah kesehatan dan kurang gizi.
Penyelenggaran pendidikan harus membantu anak-anak orang asli Papua untuk membuka akses mereka terhadap pengetahuan. Hal ini akan membantu mereka untuk secara alamiah bertumbuh dan berkembang menyejahterakan dirinya diberbagai aspek kehidupan. Pendidikan akan mengangkat derajat mereka dan membantu untuk lebih mengenal dan menyerap nilai-niali universal dan menghindari berfikir sempit dan fragmatis.
Sudah cukup banyak upaya yang telah dilakukan untuk membuka kesempatan akses seluas-luasnya bagi seluruh putra-putri Asli Papua. Namun harus diakui bahwa di beberapa wilayah masih perlu berbagai upaya keberpihakan dan percepatan agar kesenjangan pendidikan diseluruh tanah air dapat semakin dipersempit. Khusus untuk akses pada pendidikan tinggi telah dilakukan upaya oleh perguruan tinggi negeri. Upaya tersebut selama ini, belum dirasakan sebagai suatu program yang terintegrasi secara nasional.
Untuk itu, upaya percepatan dan pemerataan dibidang pendidikan di Provinsi Papua dan Papua Barat, khususnya pendidikan tinggi dirancang dalam suatu program khusus berupa program keberpihakan atau Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) bagi Putra-Putri Asli Papua. Program ADik Papua secara nasional dirancang dalam beberapa tahapan, dimulai dari tahapan pendataan dan pendaftaran, seleksi/ujian, pembekalan, mobilisasi, registrasi, pembiayaan, pembinaan dan pembimbingan belajar agar mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan tingginya dengan tuntas dan hasil yang baik.

1.2. TUJUAN
Berdasarkan latar belakang diatas, maka tujuan Program ADik Papua adalah sebabagi berikut;
1. Memberikan kesempatan kepada putra-putri Asli Papua lulusan SMA sederajat yang berprestasi akademik baik, untuk memperoleh pendidikan tinggi di PTN terbaik;
2. Mendapatkan calon mahasiswa baru putra-putri Asli Papua melalui seleksi nasional dan seleksi khusus bagi siswa berprestasi akademik di SMA sederajat;
3. Menyiapkan sumber daya manusia putra-putri asli Papua yang berkualitas untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional,

1.3. SASARAN
Sasaran program adalah Putra-Putri Asli Papua lulusan pendidikan SMA sederajat serta memiliki potensi akademik baik.
1.4. ANALISIS MASALAH
Sistem penerimaam mahasiswa di PTN saat ini adalah melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Jalur Mandiri. SNMPTN diharapkan membantu memperluas akses karena dapat diikuti oleh seluruh SMA sederajat di Indonesia. Namun demikian, SNMPTN yang didasarkan pada prestasi akademik melalui rapor siswa, disadari memiliki keragaman mutu sangat tinggi. Selain itu, salah satu indikator dalam penerimaan mahasiswa jalur SNMPTN memertimbangkan unsur alumni dari sekolah di PTN yang akan dipilih. Hal ini menjadi permasalahan bagi beberapa daerah di Provinsi Papua dan Papua Barat, dan tentunya semakin menyulitkan mereka, karena belum adanya unsur alumni yang masuk di PTN yang dituju. Demikian pula pada jalur SBMPTN yang melalui ujian tertulis sebagai test prediksi yang bersifat persaingan bebas dengan keketatan seleksi yang cukup tinggi, sehingga sulit untuk dilakukan penerapan prinsip afirmasi. Pada jalur mandiri yang tidak terintegrasi secara nasional, upaya afirmasi dinilai belum efektif.
Permasalahan lain selain seleksi adalah tidak adanya masa adaptasi pada tahun pertama di PTN. Kegagalan dalam mengikuti proses pembelajaran dan penyelesaiain studi seringkali sebagai akibat dari tidak adanaya masa adaptasi awal yang memerkenalkan perubahan sistem belajar dari Sekolah Menengah ke perguruan Tinggi.
Atas pertimbangan masalah tersebut diatas, maka beberapa daerah di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, memerlukan program afirmasi yang terintergrasi secara nasional dan melibatkan perguruan tinggi nasional. Program afirmasi dikelola secara khusus melalui koordinasi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), sehingga semua kendala dan masalah yang dihadapi oleh Perguruan Tinggi yang melakukan afirmasi selama ini, dapat diselesaikan secara integral melalui kerjasama antar perguruan tinggi pelaksana.
Setelah menghimpun data dan keterangan dari beberapa PTN pelaksana Program ADik Papua selama ini, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah sebagai berikut.
a. Perubahan cara belajar dari SMA ke Perguruan Tinggi, menimbulkan gegar (shock) sehingga mahasiswa tidak siap menghadapi kelas besar, penyampaian materi pembelajaran yang relatif cepat dan jadwal pembelajaran yang cukup padat, baik kuliah, praktikum, responsi, kolokium maupun tutorial yang diadakan hingga malam hari.
b. Materi pembelajaran belum sepenuhnya dikuasai terutama bidang MIPA dan ilmu dasar lainnya. Beberapa dari mahasiswa ADik Papua berasal dari SMK yang mengalami kesulitan belajar karena harus mengambil matakuliah MIPA dasar seperti Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, Kalkulus, dsb
c. Terkait dengan disiplin dan kepatuhan terhadap tata terib akademik serta panduan pendidikan sarjana, perlu periode untuk sosialisasi dan internalisasi ketentuan akademik. Format untuk sosialisasi dan internalisasi serta upaya untuk membangkitkan motivasi belajar dapat dilakukan seperti; training motivasi, “social hours activity” dll.
d. Teridentifikasi mahasiswa dengan nilai rendah, sehingga dilakukan tutorial pada malam hari untuk memperbaiki nilai. Namun ternyata tingkat kehadiran tutorial juga sangat rendah, bahkan ada yang tidak pernah hadir.
e. Masih banyak mahasiswa yang tidak memahami pemilihan program studi atas dasar IPA dan IPS. Sehingga beberapa meminta pindah program studi karena tidak bisa mengikuti proses pembelajaran setelah diterima di PTN.
f. Agar program afirmasi bisa berlangsung sukses maka untuk ke depan proses seleksi sebaiknya dilakukan melalui seleksi khusus ADik Papua, dan SNMPTN tanpa test tertulis untuk memastikan kapasitas calon mahasiswa yang potensial secara akademik bisa menyelesaikan pendidikan.
g. Mengingat secara umum mutu pendidikan Sekolah Menengah di Papua lebih rendah maka mereka yang lolos seleksi sebaiknya dipersiapkan lebih dahulu melalui program matrikulasi sebelum mengikuti program pendidikan regular. Pada program matrikulasi selain digunakan untuk peningkatan kemampuan akademik, juga memberikan motivasi adaptasi lingkungan kehidupan kampus dan perguruan tinggi, termasuk budaya akademik (cara belajar dan manajemen waktu).

1.5. KERANGKA AFIRMASI
Program afirmasi pendidikan tinggi bagi Putra-Putri Asli Papua dimulai dengan tahapan seleksi dengan memberi kepercayaan kepada sekolah sebagai bagian dari proses awal seleksi. Kepala Sekolah dan para guru yang telah mendidik siswanya selama 3 tahun diharapkan berperan aktif dalam memberikan rekomendasi secara jujur dan bertanggung jawab terhadap siswa yang memunyai prediksi keberhasilan yang baik di PTN. Kepercayaan kepada sekolah ini dapat dibingkai dengan sistem “hadiah dan hukuman” bagi sekolah yang mengirimkan siswa terbaik dan berhasil pada PTN tujuan akan memerolah tambahan kuota, sebaliknya bagi sekolah yang gagal dan terindikasi berbuat curang akan mendapatkan hukuman.
Dalam proses seleksi, selain melibatkan perguruan tinggi juga diperlukan keterlibatan pemerintah daerah dengan pertimbangan bahwa siswa yang terpilih adalah putra-putri orang asli Papua (OAP) dan layak untuk mendapatkan rekomendasi. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan arahan program studi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan daerah. Oleh karena itu kegiatan pengusulan dan pendaftaran siswa oleh sekolah dilakukan dibawah koordinasi Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Panitia pelaksana atau kelompok kerja (pokja) antar universitas melakukan kordinasi dan melakukan proses lanjutan untuk seleksi mahasiswa terbaik berdasarkan kriteria umum yang telah disepakati dan menjadi kewenangan masing masing Rektor PTN yang terkait. Selanjutnya penerimaan mahasiswa afirmasi oleh PTN dilakukan dalam bentuk penugasan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi kepada PTN pelaksana.
Program Pra Universitas (PPU) atau Program Matrikulasi (PM) jika perlu dapat dilakukan karena berfungsi sebagai jembatan antara sistem belajar di Sekolah Menengah dan universitas, memberikan periode adaptasi yang memadai bagi mahasiswa sehingga tidak menimbulkan gegar budaya (cultural shock). Bentuk seperti PPU atau PM dengan demikian dapat dipertimbangkan sebagai pilihan untuk mendukung penyelesaian studi mahasiswa afirmasi. Bentuk lain yang dapat dipilih ialah memerpanjang masa persiapan, misalnya memberikan STATUS KHUSUS. Dalam status khusus mahasiswa dibimbing agar dapat melewati IPK ≥ 2.00 agar dapat melanjutkan ke semester berikutnya.
Setelah mahasiswa registrasi pada PTN hendaknya ada proses pembinaan dan pembimbingan terutama berhubungan dengan motivasi, kedisiplinan dan juga “social hour activity”, misalnya dengan melibatkan organisasi mahasiswa daerah atau yang sejenisnya. Masa inkubasi dalam status khusus dibuat dengan memertimbangkan kualitas calon serta kemudahan program tersebut dilaksanakan pada masing-masing universitas. Selanjutnya upaya untuk menekan angka kegagalan dan meningkatkan keberhasilan dapat dilakukan secara khusus baik dengan melibatkan dosen, asisten dosen, mahasiswa senior maupun tutor sebaya.
Akan sangat ideal jika PTN dapat menyediakan asrama yang memungkinkan bergabung dengan mahasiswa lain sehingga proses pembimbingan, sosialisasi dan akulturasi berjalan dengan baik.

BAB II
LANDASAN KEBIJAKAN DAN PENYELENGGARA

2.1. LANDASAN KEBIJAKAN
Landasan Kebijakan dalam Program Afirmasi Pendidikan Tinggi Bagi Putra Putri Orang Asli Papua adalah sebagai berikut.
1. Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah No 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
3. Peraturan Presiden Republik Indonesia No 65 Tahun 2011 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat
4. Peraturan Presiden Republik Indonesia No 66 Tahun 2011 tentang Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat
5. Undang-undang No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi, khususnya pasal 74
2.2. PENYELENGGARA
Penyelenggara Program ADik Papua adalah seluruh Perguruan Tinggi Negeri yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2.2.1. Pengelola Pusat
1 Pengarah
a. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
b. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi
c. Ketua dan Sekjen MRPTNI
d. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Pelaksana
2. Penanggung Jawab Program
a. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dirjen Dikti, Kemdikbud
b. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri se Provinsi Papua dan Papua Barat

3. Tim Pelaksana
a. Kepala Subdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti;
b. Kepala Subdit Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti;
c. Tim Pokja MRPTNI
d. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri, bidang akademik dan atau kemahasiswaan pelaksana program ADik Papua;
e. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kab/Kota se Provinsi Papua dan Papua Barat
f. Tim teknologi informasi dan komunikasi

4. Tugas dan Tanggung Jawab Tim Pengelola Pusat
a. Menyusun pedoman operasional baku (POB);
b. Merancangan program Penyelenggaraan ADik Papua;
c. Merencanakan dan melakukan sosialisasi;
d. Mengembangkan dan mengelola layanan informasi dan pendaftaran calon mahasiswa;
e. Menyusun Petunjuk Teknis Pengelolaan Akademik dan Keuangan;
f. Menetapkan kuota nasional mahasiswa baru ADik Papua;
g. Melaksanakan proses seleksi sesuai dengan kuota;
h. Menyalurkan dana bantuan pendidikan program ADik Papua;
i. Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi;
j. Memberikan pelayanan pengaduan dan memantau perkembangan penyelesaian penanganan pengaduan;
k. Menyusun laporan ADik Papua;

2.2.2. Pengelola Perguruan Tinggi (PTN Pelaksana)

1. Penanggung Jawab
Rektor Perguruan Tinggi pelaksana program ADik Papua
2. Pelaksana
a. Pimpinan Perguruan Tinggi bidang akademik dan kemahasiswaan
b. Kepala Biro/Direktur Akademik dan kemahasiswaan yang ditunjuk
c. Kepala bagian bidang akademik dan atau kemahasiswaan yang ditunjuk

3. Tugas dan Tanggung Jawab
a. Sosialisasi internal program Adik di PTN masing-masing;
b. Koordinasi pendataan (verifikasi data calon mahasiswa);
c. Menetapkan penerima biaya bantuan pendidikan program ADik Papua melalui surat keputusan pimpinan perguruan tinggi.
d. Melakukan pengawasan, pengendalian dan pembinaan mahasiswa ADik Papua
e. Melaporkan perubahan data penerima biaya bantuan pendidikan program ADik Papua setiap akhir semester;
f. Melaporkan data prestasi akademik mahasiswa (IPK – IPS) melalui sistem informasi akademik;
g. Monitoring dan evaluasi internal;
h. Pelayanan dan penanganan pengaduan pemangku kepentingan;
i. Penyusunan laporan.

BAB III
KETENTUAN UMUM DAN PERSYARATAN

3.1. KETENTUAN UMUM
a. Program ADik Papua ialah program keberpihakan bagi putra-putri asli Papua di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dengan memberi kesempatan belajar di perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan oleh Kemdikbud melalui mekanisme seleksi khusus siswa SMA sederajat, berdasarkan penjaringan prestasi akademik.
b. Daerah yang menjadi sasaran pelaksanaan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, meliputi; Kabupaten/Kota yang memiliki SMA sederajat dan memenuhi syarat sebagai peserta program ADik papua, sebagaimana diatur oleh Undang-Undang
c. Sekolah yang berhak mengikuti Program ADik Papua adalah sekolah yang direkomendasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
d. Siswa yang dapat mengikuti Program ADik Papua adalah siswa Putra-Putri asli Papua yang diusulkan oleh Kepala Sekolah dan mendapat rekomendasi dari Pemda Kabupaten/Kota dengan mempertimbangkan kebutuhan sumberdaya manusia daerahnya.
e. Dalam memilih PTN, siswa pelamar diwajibkan terlebih dahulu mengetahui profil PTN yang dituju dan Program Studi yang ditawarkan oleh masing-masing PTN.

3.2. PERSYARATAN SEKOLAH
Sekolah yang berhak mengikuti Program ADik Papua adalah sebagai berikut;

a. SMA sederajat, negeri maupun swasta yang terdaftar di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.
b. SMA sederajat negeri maupun swasta diluar Papua dan Papua Barat yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)

3.3. PERSYARATAN PENDAFTARAN
1. Pendaftaran
a. Siswa SMA negeri atau Swasta sederajat kelas terakhir yang telah mengikuti Ujian Nasional tahun 2013 dan 2014, dengan ketentuan apabila tidak lulus Ujian Nasional, maka dinyatakan batal sebagai calon pelamar.
b. Siswa yang didaftarkan adalah putra-putri Asli Papua yang ditetapkan oleh pemerintah daerah Kabupaten/Kota dan PTN Koordinator di Papua (Universitas Cendrawasih, Universitas Negeri Papua, dan Universitas Musamus).
c. Berprestasi akademik baik berdasarkan pemeringkatan oleh Kepala Sekolah, dibuktikan dengan fotokopi rapor lengkap (lembar awal, identitas, dan nilai semester 1 s/d 5 atau 1 s/d 7) yang dilegalisir oleh sekolah asal/Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Pemeringkatan dilakukan sesuai dengan jurusan IPA, IPS, atau Bahasa berdasarkan nilai mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional tahun 2013 dan 2014.
d. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 24 tahun.
e. Sehat fisik dan mental yang dibuktikan dengan keterangan dokter pemerintah (rumah sakit/puskesmas).
f. Tidak buta warna bagi program studi tertentu.

1. Penerimaan

Calon mahasiswa yang diterima yaitu yang memenuhi kriteria sebagai berikut.

a. Lulus Ujian Nasional, lulus seleksi khusus Program ADik Papua, sehat (Bebas HIV/AIDS dan Narkoba) yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN pelaksana.
b. Wajib mengikuti pembekalan dan matrikulasi yang diselenggarakan di PTN Koordinator di Papua dan PTN pelaksana.
c. Kinerja akademik dan non-akademik selama mengikuti matrikulasi dapat dijadikan pertimbangan untuk pindah program studi yang sesuai dengan potensi akademik mahasiswa.

2. Kuota Mahasiswa Baru

a. Penetapan program studi ditentukan berdasarkan kebutuhan masing-masing daerah di Papua dan Papua Barat.
b. Penetapan kuota mahasiswa baru program ADik Papua di PTN pelaksana ditetapkan oleh PTN pelaksana sesuai dengan kapasitas program studi dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing daerah di Papua dan Papua Barat.
c. Penetapan kuota mahasiswa baru program ADik Papua secara nasional ditetapkan oleh Ditjen Dikti.
d. Hasil distribusi masing-masing program studi yang akan diterima melalui pola Seleksi ADik Papua ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud dan untuk selanjutnya disahkan oleh masing-masing PTN pelaksana melalui Surat Keputusan Pimpinan Perguruan Tinggi.

3.4. TATA CARA PENDAFTARAN
Pendaftaran dilakukan secara langsung melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dengan membawa kelengkapan persyaratan yang telah ditetapkan, dan dikoleksi oleh PTN kordinator untuk selanjutnya diseleksi.

3.5. JADWAL SELEKSI
a. Pendataan Program Studi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; 15 sd 30 Januari 2014
b. Penetapan kuota program studi oleh PTN pelaksana; 1 sd 15 Februari 2014
c. Pendaftaran calon mahasiswa ADik Papua di Dinas Pendidikan Kab/Kota; 17 Februari sd 15 Maret 2014
d. Verifikasi Data dan OAP di PTN kordinator; 16-31 Maret 2014
e. Persiapan ujian tulis; 1 – 12 April 2014
f. Ujian Tulis; 15 April 2014
g. Seleksi program ADik Papua; 16 sd 30 April 2014
h. Penetapan hasil seleksi ADik Papua; 27 Desember 2014
i. Pengumuman hasil seleksi; 28 Mei 2014, dapat dilihat di perguruan tinggi pelaksana, dan Pemda Provinsi, serta secara online di laman khusus atau di www.unhas.ac.id/crisu dengan catatan apabila calon mahasiswa tidak lulus UN, maka hasil seleksi dinyatakan batal.
j. Pembekalan di 3 PTN kordinator, Papua dan Papua Barat; 9 – 14 Juni 2014
k. Mobilisasi ke PTN pelaksana; 15-16 Juni 2014
l. Registrasi di PTN pelaksana; 17 Juni 2014
m. Matrikulasi/adaptasi/sosialisasi internal dimulai pada Juni – Agustus 2014 di perguruan tinggi pelaksana (39 PTN).
n. Perkuliahan reguler semester ganjil mulai Agustus/September 2014

Catatan;
Seleksi ADik Papua melalui jalur SNMPTN mengikuti jadwal seleksi SNMPTN

3.6. PTN DAN PROGRAM STUDI PILIHAN
a. Siswa pelamar dapat memilih maksimal 2 (dua) PTN yang diminati.
b. Siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 2 (dua) prodi untuk masing-masing PTN yang diminati;
c. Urutan pilihan prodi merupakan prioritas pilihan;
d. Daftar PTN, Program Studi dan Daya Tampung Program ADik Papua dapat dilihat pada Lampiran POB ini.

BAB IV
PEMBIAYAAN

4.1. SOSIALISASI, PENDAFTARAN DAN SELEKSI
a. Biaya sosialisasi Program ADik Papua dibebankan kepada masing-masing institusi sesuai dengan gugus tanggung jawab masing-masing institusi yang terkait. Biaya sosialisasi meliputi biaya perjalanan dinas pemateri, akomodasi, materi sosialisasi dan sistem informasi.
b. Biaya pelaksanaan seleksi dan pelaksanaan Program ADik Papua dibebankan pada DIPA Satker Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

4.2. DANA BANTUAN PENDIDIKAN
a. Bantuan dana pendidikan Program ADik Papua di PTN pelaksana diberikan oleh Dikti sebesar Rp. 8.400.000,- per mahasiswa per semester meliputi untuk biaya penyelenggaraan pendidikan maksimal sebesar Rp. 2.400.000,- per semester ditransfer langsung ke rekening perguruan tinggi.
b. Bantuan biaya pendidikan mahasiswa Program ADik Papua diberikan oleh Dikti sebesar Rp. 6.000.000,- per semester ditransfer langsung ke rekening masing-masing mahasiswa.
c. Bantuan biaya penyelenggaraan yang diterima perguruan tinggi (point a), sebanyak-banyaknya Rp. 2.400.000,00 (dua juta empat ratus ribu rupiah) per semester per mahasiswa bukan bagian dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan merupakan bagian dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Oleh karena itu penggunaannya harus mengacu pada ketentuan penggunaan dana PNBP.
d. Biaya “re-settlement” setelah registrasi yang setara dengan biaya hidup selama 2 (dua bulan) ditanggung oleh Dikti, melalui transfer rekening PTN pelaksana.
e. Biaya asuransi kesehatan, kecelakaan dan kematian selama mengikuti program ADik Papua menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kota asal mahasiswa masing-masing
f. Biaya perjalanan calon mahasiswa dari daerah asal ke Provinsi menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dan biaya perjalanan dari kota Provinsi ke PTN pelaksana menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi, dengan mekanisme sbb:
1) Biaya transport untuk mahasiswa yang berasal dari luar Kabupaten/Kota/Provinsi untuk 2 (dua) kali: dari tempat asal menuju perguruan tinggi dan dari perguruan tinggi ke tempat asal setelah lulus, sesuai dengan jarak dan ketentuan yang berlaku (Permenkeu Nomor 84/PMK.02/2011 atau Permenkeu Nomor 113/PMK.05/2012 bagi mahasiswa yang tidak dapat menunjukkan bukti tiket perjalanan).
2) Biaya hidup sementara bagi calon mahasiswa yang berasal dari luar Kota yang besarnya maksimum setara dengan bantuan biaya hidup 1 (satu) bulan menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah.
4.3. PEMBEKALAN DAN MATRIKULASI
1. Biaya penyelenggaraan Pembekalan yang berlokasi di 3 PTN kordinator menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi masing-masing.
2. Biaya transport lokal dan honorarium narasumber lokal pada pembekalan, dibebankan kepada Pemerintah Daerah Provinsi.
3. Biaya perjalanan narasumber nasional pada pembekalan, dibebankan kepada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaa Dikti.

4.4. JANGKA WAKTU PEMBIAYAAN
1. Bantuan biaya pendidikan diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi selama 8 (delapan) semester untuk program Diploma IV dan S1, dan selama 6 (enam) semester untuk program Diploma III.
2. Untuk Program Studi yang memerlukan pendidikan keprofesian atau sejenisnya, diberikan tambahan batuan dana pendidikan maksimal selama 2 (dua) semester.
3. Bantuan biaya pendidikan TAMBAHAN dapat diberikan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dan atau Pemerintah Provinsi sesuai kebutuhan dan kemampuan Pemerintah yang bersangkutan.

4.5. PENYALURAN DANA
1. Satker Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan menetapkan Bank Penyalur berdasarkan hasil sayembara, untuk melakukan penyaluran dana bantuan pendidikan program ADik Papua ke rekening mahasiswa dan Perguruan Tinggi pelaksana.
2. Satker Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan menarik dana bantuan pendidikan program ADik Papua dari KPPN Jakarta III ke rekening Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Bank penyalur untuk 1 (satu) semester. Selanjutnya disalurkan ke rekening masing-masing mahasiswa untuk bantuan biaya hidup dan ke rekening Perguruan Tinggi pelaksana untuk bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan.
3. Bank penyalur akan menyampaikan laporan ke KPA terhadap penyaluran dana bantuan pendidikan program ADik Papua.

4.6. PENGHENTIAN BANTUAN
Perguruan tinggi pelaksana dapat menerbitkan ketentuan khusus tentang penghentian pemberian dana bantuan pendidikan program ADik Papua. Secara umum pemberian bantuan dihentikan apabila mahasiswa penerima:
a. Telah menyelesaikan studi.
b. Cuti karena sakit atau alasan lain yang ditentukan oleh perguruan tinggi pelaksana
c. Tidak aktif kuliah tanpa alasan dan pemberitahuan yang jelas selama 2 (dua) semester berturut-turut.
d. Meningal dunia

4.7. HAL KHUSUS
1. Untuk mahasiswa yang cuti karena sakit, perguruan tinggi harus mengusahakan pencairan beasiswa/bantuan lain sebagai pengganti, apabila mahasiswa tersebut telah aktif kembali.
2. Kekurangan bantuan biaya penyelenggaraan, dapat ditanggung oleh perguruan tinggi pelaksana dengan mengupayakan dana dari sumber lain, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku;
3. Perguruan tinggi pelaksana memfasilitasi dan mengupayakan agar penerima dana bantuan pendidikan program ADik Papua lulus tepat waktu dengan prestasi yang optimal;
4. Perguruan tinggi pelaksana mendorong mahasiswa penerima dana bantuan pendidikan program ADik Papua untuk terlibat di dalam kegiatan ko dan ekstra kurikuler serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk pembinaan karakter dan atau kecintaan kepada bangsa dan negara;

BAB V
SOSIALISASI PROGRAM DAN SELEKSI

5.1. SOSIALISASI PROGRAM
Sosialisasi program adalah bertujuan untuk memberikan informasi yang komprehensif kepada sekolah, siswa, pemerintah daerah (dinas pendidikan) dan masyarakat tentang Program ADik Papua secara lengkap dan benar. Tim sosialisasi bertugas untuk membantu pelaksanaan ADik Papua dibidang pengelolaan dan penyebaran informasi dan kehumasan. Adapun bentuk kegiatan sosialisasi adalah sebagai berikut.
1. Pertemuan langsung dengan kelompok sasaran
2. Press release
3. Talk show di media
4. Dokumentasi kegiatan, dll

5.2. RAPAT KORDINASI DAN LOKAKARYA
Rapat koordinasi dan lokakarya adalah sarana tempat pengambilan keputusan dari semua pihak terkait tentang hal-hal strategis yang terkait dengan seluruh rangkaian kegiatan Program ADik Papua. Rapat Koordinasi dan Lokakarya terdiri atas :
1. Rapat koordinasi/lokakarya paripurna yang melibatkan unsur :
a. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beserta Jajarannya
b. Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dan jajarannya
c. Pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota
d. Unsur Perguruan Tinggi Pelaksana Program ADik Papua
e. Unsur Perguruan Tinggi Koordinator ADik Papua
f. Tokoh Masyarakat Papua
g. Pokja ADik Papua

Rapat koordinasi dan Lokakarya menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang akan dimuat dalam buku Prosedur Operasioanl Baku (POB) yang menjadi pedoman semua pihak dalam melaksanakan kegiatan. POB akan terus disempurnakan setiap tahun sesuai dengan perkembangan dalam pelaksanaan Program ADik Papua.
2. Rapat koordinasi terbatas yang melibatkan hanya beberapa unsur yang terkait langsung dengan topik khusus yang akan dibahas.
3. Rapat kelompok kerja (POKJA) ADik Papua yang dimaksudkan untuk mengimplementasikan seluruh keputusan dan kebijakan, baik dari rapat koordinasi dan lokakarya paripurna, maupun rapat koordinasi terbatas.

5.3. SOSIALISASI PROGRAM ADik PAPUA
Sosialisasi program merupakan kegiatan kehumasan yang untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan Program ADik Papua. Kegiatan sosialisasi dapat dilaksanakan oleh Pokja ADik Papua, UP4B, Perguruan Tinggi Koordinator dan Perguruan Tinggi Pelaksana. Seluruh materi sosialisasi hanya boleh bersumber dari POB yang telah disyahkan sehingga tidak terjadi kesenjangan informasi walaupun disampaikan oleh institusi berbeda. Informasi dan hal-hal teknis tambahan yang terkait dengan kebijakan setiap institusi dapat pula disampaikan sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan yang ada di POB.
Sasaran sosialisasi program terdiri atas;
1. Para kepala sekolah SMA sederajat di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat,
2. Para calon mahasiswa peserta ADik Papua
3. Unsur pemerintah Provinsi dan Kabupataten/Kota se Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat
4. Unsur tokoh masyarakat adat, agama, dan budaya di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat
5. Unsur media massa baik lokal Papua maupun nasional.

5.4. REKRUITMEN PESERTA ADik PAPUA

Peserta Program ADik Papua hanya diperuntukkan bagi mereka yang memenuhi persyaratan dan kriteria sebagai Orang Asli Papua (OAP) sesuai dengan keputusan Majelis Rakyat Papua (MRP). OAP yang menjadi peserta ADik Papua dapat berasal dari domisili Papua dan Papua Barat maupun yang berdomisili diluar Papua dan Papua Barat yang telah dinyatakan lulus ujian sekolah SMA sederajat yang memenuhi syarat dan lulus Ujian Nasional.
Atas pertimbangan hal tersebut diatas, maka rekruitmen dan seleksi tentang OAP menjadi tanggung jawab bersama unsur terkait di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat antara lain; UP4B, MRP, Pemda Papua dan Papua Barat, Perguruan Tinggi Koordinator. Penetapan keputusan dan rekomendasi OAP ditetapkan oleh Perguruan Tinggi kordinator; Universitas Cendrawasih, Universitas Negeri Papua dan Universitas Musamus. Peserta yang dinyatakan memenuhi kriteria OAP wajib mengikuti seleksi ADik Papua sebagaimana diatur dalam POB ini.

5.5. SELEKSI ADik PAPUA
Seleksi ADik Papua dimaksudkan untuk memperoleh calon mahasiswa terbaik diantara seluruh peserta seleksi ADik Papua dan menyesuaikan kemampuan akademik peserta dengan program studi yang dipilih. Dalam proses seleksi, selain kemampuan akademik dan psikologi belajar siswa, peserta juga mempertimbangkan faktor non-akademik seperti asal kabupaten, gender, suku, agama, jumlah penduduk dan tingkat kesulitan geografis sehingga terpenuhi unsur keterbukaan dan kesamaan kesempatan serta proporsi partisipasi setiap wilayah dan demografi di Papua dan Papua Barat. Seleksi dilaksanakan oleh Pokja ADik Papua dan bertanggung jawab sepenuhnya kepada Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) yang beranggotakan seluruh Rektor PTN.

5.5.1. Proses Seleksi
Proses seleksi dilakukan dalam tiga tahap, yaitu:
(1). Tahap pertama, siswa pelamar akan diusulkan dan direkomendasi oleh sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat berdasarkan ketentuan dan persyaratan (Bab III) dan alokasi kuota yang ditetapkan.
(2) Tahap kedua, siswa pelamar yang direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota kemudian ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi sebagai pelamar program ADik Papua dengan mempertimbangkan keselarasan dan kebutuhan SDM guna meningkatkan kapasitas agen pembaharu bagi pembangunan daerah Papua dan Papua Barat.
(3) Tahap ketiga, siswa pelamar kemudian diseleksi oleh panitia pelaksana ADik Papua melalui mekanisme seleksi khusus ADik Papua dan SNMPTN secara khusus.
(4) Skema seleksi Program ADik Papua adalah sebagai mana Gambar 1 berikut ini :

Gambar 1 Skema Seleksi Calon Mahasiswa ADik Papua
5.5.2. Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Seleksi

1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan koordinasi dan sosialisasi antar unit utama, unit kerja dan instansi terkait termasuk Panitia Seleksi Nasional Mahasiswa Baru dan Pokja MRPTNI serta melakukan publikasi melalui media massa dalam rangka proses seleksi ADik Papua;
2. Dinas pendidikan Propinsi dan Kabupaten/Kota melakukan sosialisasi dan atau memberikan informasi kepada satuan pendidikan di lingkungannya tentang seleksi program ADik Papua;
3. Panitia Pelaksana/Pokja ADik Papua melakukan sosialisasi dan atau memberikan informasi kepada sekolah dan publik tentang program ADik Papua;
4. Kepala Sekolah SMA sederajat di Papua dan Papua Barat mensosialisasikan pelaksanaan seleksi program ADik Papua kepada siswa khususnya bagi siswa kelas 12.
5. Kepala Sekolah SMA sederajat mengkordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten dan Provinsi serta memfasilitasi seluruh proses pendaftaran di setiap sekolah, mendampingi siswa dalam mengisi formulir FORM F-10 ADik Papua dan mengirimkan berkas yang telah memenuhi persyaratan ke perguruan tinggi kordinator ADik Papua yang ditunjuk oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia.

5.5.3. Mekanisme Seleksi ADik Papua
1. Calon peserta mengisi formulir F-10 yang disediakan oleh Panitia Pelaksana/Pokja ADik Papua (formulir dapat diperoleh dari panitia seleksi ADik Papua dan dapat pula diunduh melalui jaringan internet yang dibuat khusus) dan selanjutnya formulir yang telah diisi beserta berkas persyaratan lainnya disampaikan kepada kepala sekolah.
2. Kepala Sekolah mengirimkan rekomendasi, dan formulir pendaftaran berserta kelengkapan berkas lainnya secara kolektif ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan selanjutnya Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mengumpulkan di Dinas Pendidikan Provinsi untuk diteruskan ke perguruan tinggi kordinator ADik Papua; Universitas Cendrawasih dan Universitas Musamus untuk Provinsi Papua, Universitas Negeri Papua untuk Provinsi Papua Barat.
3. Berkas pendaftaran siswa diverifikasi oleh Panitia Pelaksana/Pokja ADik Papua bersama-sama dengan Perguruan Tinggi Kordinator ADik Papua terkait dengan Orang Asli Papua.
4. Daftar siswa yang berhak mengikuti seleksi ADik Papua ditetapkan oleh Panitia Pelaksana/Pokja ADik Papua.
5. Seleksi dilakukan di lokasi tertentu yang akan ditetapkan melalui rapat kerja dengan Panitia Pelaksana/Pokja ADik Papua, Perguruan Tinggi kordinator dan Dinas pendidikan setempat, dengan mempertimbangkan kondisi geografi dan ketersediaan sarana dan pra-sarana.
6. Materi seleksi adalah; ujian kemampuan dasar IPA – IPS, ujian TPA dan Ujian lainnya sesuai dengan ketentuan seleksi penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi.
7. Penetapan kelulusan ditetapkan melalui rapat kordinasi Panitia Pelaksana/Pokja ADik Papua, Perguruan Tinggi pelaksana ADik Papua, Perguruan Tinggi kordinator ADik Papua dan penetapannya ditetapkan dengan SK Ditjen Dikti.

5.5.4. Penetapan Kelulusan dan Pendaftaran di Perguruan Tinggi Pelaksana
Penetapan kelulusan dan pendaftaran di PTN pelaksana ADik Papua dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut;

1. Penerbitan SK kelulusan oleh Ditjen Dikti disertai dengan lampiran nama calon mahasiswa yang dinyatakan lulus di Program Studi pada PTN pelaksana.
2. Sesuai dengan SK Ditjen Dikti (point 1), calon mahasiswa ADik Papua melakukan daftar ulang dan registrasi di PTN pelaksana masing-masing.
3. Rektor perguruan tinggi menerbitkan Surat Keputusan tentang penerimaan mahasiswa ADik Papua sesuai dengan data calon mahasiswa yang telah melakukan pendaftaran ulang dan registrasi.
4. Calon mahasiswa membuka rekening khusus ke Bank pelaksana yang ditunjuk sesuai dengan nama yang tercantum dalam SK Rektor perguruan tinggi.
5. Surat Keputusan Rektor dan nomor rekening Bank mahasiswa yang bersangkutan selanjutnya dikirim ke Ditjen Dikti dan dilaporkan ke SIM Ditjen Dikti.

BAB VI
PELAKSANAAN PROGRAM

Berdasarkan hasil penetapan seleksi penerimaan mahasiswa ADik Papua, melalui SK Dirjen Dikti, maka semua peserta yang dinyatakan lulus, wajib melakukan registrasi dan pendaftaran calon mahasiswa baru di PTN pelaksana masing-masing. Selanjutnya, pelaksanaan proses belajar mengajar bagi seluruh peserta selama belajar di PTN masing-masing adalah merupakan rangkaian kegiatan dari Program ADik Papua. Rangkaian kegiatan tersebut dipisahkan sebelum dan sesudah melakukan registrasi di PTN. Secara ringkas, model pembelajaran dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2 Skema Pembelajaran Mahasiswa ADik Papua

6.1 KEGIATAN SEBELUM KEDATANGAN DI PTN PELAKSANA
Setelah seleksi melaluiui ujian tulis khusus maupun seleksi nasional (SNMPTN) dan sudah ada penetapan calon, maka diperlukan berbagai kegiatan pemantapan oleh stakeholders. Diantaranya adalah kegiatan pembekalan, mobilisasi, matrikulasi dll.

6.1.1 Pembekalan
Pembekalan adalah program “pre-departure training” untuk mengkaji kesiapan dan kemampuan, baik fisik maupun mental psikologi dan perilaku para calon mahasiswa untuk mengikuti Program ADik Papua. Diharapkan dari materi pembekalan ini, mahasiswa mmperoleh informasi secara komprehensif dari para ahli secara langsung tentang aspek non-akademik yang menunjang keberhasilan dalam menempuh pembelajaran di pendidikan tinggi. Pembekalan dilaksanakan di perguruan tinggi koordinator dalam waktu 2 sampai 8 minggu dengan menyajikan materi dari para ahli dibidang masing-masing meliputi materi-materi sebagai berikut.
1. Wawasan kebangsaan dan NKRI
2. Psikologi belajar di perguruan tinggi
3. Motivasi belajar di perguruan tinggi
4. Perilaku sosial budaya, agama, dan adat istiadat
5. Penjelasan tentang PTN tujuan
6. Penjelasan tentang kompetensi dan prospek kerja dari program studi yang akan diikuti oleh calon mahasiswa
7. Kedisiplinan

Pembekalan dilaksanakan paling sedikit 2 minggu dan paling banyak 8 minggu oleh perguruan tinggi koordinator di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (Universitas Cendrawasih, Universitas Negeri Papua dan Univesitas Musamus) dengan pemateri yang terdiri dari beberapa pihak sebagai berikut;
1. Pemateri tingkat nasional, yang difasilitasi oleh Dikti
2. Pemateri Lokal, yang difasilitasi oleh UP4B, perguruan tinggi koordinator dan MRPTNI.
3. Mahasiswa peserta ADik Papua angkatan sebelumnya yang memiliki motivasi kuat dan berhasil/sukses ditandai dengan prestasi/keberhasilan studi yang signifikan untuk memberi motovasi.

6.1.2. Evaluasi Pembekalan
Pada bagian akhir pembekalan, dilakukan evaluasi dan test psikologi untuk menetapkan kesiapan peserta mengikuti Program ADik Papua.

1. Bagi mereka yang dinyatakan tidak siap mengikuti Program ADik Papua, agar segera diusulkan mengikuti seleksi mandiri di Perguruan Tinggi yang ada di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.
2. Bagi mereka yang teridentifikasi memilih program studi yang tidak sesuai dengan kemampuan dan asal jurusannya di sekolah menengah, agar segera dipindahkan ke program studi atau Perguruan Tinggi yang lebih sesuai.
3. Proses pemindahan ke perguruan tinggi di Papua dan penyesuaian program studi dilaksanakan melalui mekanisme konsultasi dan pembimbingan dan disetujui oleh semua pihak terkait, peserta ADik Papua, PTN asal, perguruan tinggi tujuan dan Pokja Adik Papua.
6.1.3. Mobilisasi Calon Mahasiswa ADik Papua

Mobilisasi calon mahasiswa ADik Papua meliputi kegiatan transportasi calon mahasiswa dari tempat asal hingga ke PTN tujuan yang terdiri atas beberapa tahapan antara lain:

1. Mobilisasi calon mahasiswa dari daerah asal (Kabupaten/Kota) ke tempat pelaksanaan tes khusus ADik Papua dan pembekalan yang dilaksanakan di PTN kordinator (Universitas Cendrawasih, Universitas Negeri Papua dan Universitas Musamus), dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten/Kota tempat dimana peserta berasal.
2. Mobilisasi calon mahasiswa dari PTN Kordinator ke PTN pelaksana (PTN penerima) di 39 PTN, dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.
3. Mobilisasi kelompok calon mahasiswa ke suatu PTN tujuan harus didampingi oleh paling sedikit satu orang pembimbing dari unsur pemerintah Kabupaten/Kota atau Provinsi yang ditunjuk khusus dan bertanggung jawab mengantarkan calon mahasiswa ke PTN tujuan hingga tuntas dan dinyatakan sudah siap mengikuti kegiatan pembelajaran.
4. Pembimbing bertanggung jawab dalam membantu para calon mahasiswa mengatasi masalah-masalah yang dihadapi selama proses mobilisasi hingga sampai ke PTN tujuan dan dinyatakan siap mengikuti proses pembelajaran.
5. Pembimbing diharapkan tidak meninggalkan calon mahasiswa di PTN tujuan hingga semua persoalan administrasi akademik dan non akademik dinyatakan rampung dan siap mengikuti kegiatan pembelajaran.
6.2. KEGIATAN SETELAH REGISTRASI DI PTN PELAKSANA

6.2.1. Registrasi di PTN Pelaksana

1. Setiap calon mahasiswa Program ADik Papua diwajibkan melakukan registrasi/pendaftaran calon mahasiswa di PTN pelaksana masing-masing.
2. Pada proses registrasi calon mahasiswa ADik Papua dapat didampingi dan dibantu oleh pembimbing dari Kabupaten/Provinsi Papua atau pembimbing khusus dari unsur PTN yang ditunjuk oleh PTN yang bersangkutan.
3. Proses registrasi dilaksanakan sesuai dengan jadwal reguler registrasi calon mahasiswa di PTN yang bersangkutan
4. Dalam hal terdapat peserta yang terlambat melakukan registrasi karena kesulitan transportasi dari daerah asal, dapat dilayani secara khusus oleh PTN pelaksana atas semangat afirmasi dengan ketentuan tidak menggangu proses belajar mengajar di PTN tersebut.
5. Segera setelah registrasi, PTN menerbitkan Surat Keputusan Rektor tentang penerimaan sebagai mahasiswa di PTN bersangkutan dengan mencantumkan nama, nomor induk mahasiswa, fakultas dan program studi.
6. Segera setelah registrasi, calon mahasiswa ADik Papua membuka rekening tabungan di Bank pelaksana yang ditunjuk khusus oleh Dikti dan mengirimkan nomor rekening tersebut ke Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti di Jakarta, secara kolektif.
6.2.2. Sosialisasi Internal di PTN Pelaksana

Sebelum pelaksanaan perkuliahan perlu dilakukan sosialisasi internal di PTN pelaksana dan pengenalan kampus termasuk sosialisasi tentang program ADik Papua kepada para Dekan, Ketua Jurusan dan Dosen wali terkait, agar mendapatkan pemahaman yang sama tentang Program Afirmasi Dikti dan peserta mendapatkan perhatian khusus dalam pegambilan kebijakan dan penanganan mahasiswa ADik Papua.
Sosialisasi internal ini juga ditujukan kepada para calon mahasiswa penerima beasiswa ADik Papua, tentang segala aspek mengenai program studi yang dituju, kompetensi, peraturan akademik, dan prospek kerja setelah menyelesaikan kuliah. Secara rinci, materi sosialisasi yang diberikan adalah sebagai berikut :
1. Mekanisme proses belajar mengajar,
2. Kegiatan ekstra-kurikuler kemahasiswaan,
3. Hakekat Program ADik Papua dan mekanisme penerimaan beasiswa ADik Papua,
4. Pengenalan program studi, peraturan akademik, kompetensi lulusan , dan prospek kerja.
5. Kiat belajar sukses di perguruan tinggi

6.2.3. Program Matrikulasi

Matrikulasi adalah program penyesuaian yang dimaksudkan untuk mempercepat kemampuan adaptasi akademik maupun non-akademik peserta ADik Papua agar sesegera mungkin dapat menyesuaikan kemampuan belajarnya dengan peserta didik lainnya di PTN yang bersangkutan. Program menyesuaian ini diharapkan dapat menghindarkan calon mahasiswa dari gegar akademik dan suasana belajar, gegar budaya, dan gegar lingkungan, sehingga secara psikologi dinyatakan siap mengikuti proses belajar mengajar bersama dengan mahasiswa lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut maka :
1. Perguruan Tinggi pelaksana diberi kewenangan untuk merancang dan mengkreasi sendiri bentuk program matrikulasi sesuai dengan kemampuan PTN dan kondisi calon mahasiswa yang diterima.
2. Materi matrikulasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa dengan mempertimbangkan waktu pelaksanaannya, agar tidak mengganggu proses belajar mengajar secara rutin.
3. Pelaksanaan matrikulasi dapat berlangsung sepanjang semester secara paralel dengan kegiatan reguler akademik semester berjalan.
4. Hasil monitoring dan evaluasi program matrikulasi dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi PTN pelaksana memindahkan calon mahasiswa ke program studi yang lebih sesuai, atau mengusulkan pemindahan calon mahasiswa ke PTN lain di Provinsi yang sama.
5. Pemindahan program studi sepenuhnya menjadi wewenang PTN pelaksana sesuai dengan peraturan akademik yang berlaku di PTN tersebut, dengan mempertimbangkan semangat afirmasi. Setiap pemindahan program studi agar dilaporkan ke Pokja ADik Papua dan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti setiap akhir semester.
6. Pemindahan ke PTN lain harus merupakan hasil kesepakatan bersama antara PTN asal dan PTN penerima dengan menyampaikan laporan pemindahan PTN ke Pokja Adik Papua dan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti.

6.2.4. Pelaksanaan Perkuliahan
Perkuliahan peserta ADik Papua dilaksanakan secara bersama dan tidak terpisahkan dengan mahasiswa reguler lainnya dan wajib sepenuhnya mengikuti segala ketentuan yang berlaku di PTN tersebut. Untuk itu peserta ADik Papua;
1. Diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan proses belajar mengajar dalam satuan semester.
2. Segala ketentuan yang ada dalam peraturan akademik PTN pelaksana tetap diberlakukan bagi seluruh peserta ADik Papua, namun dalam beberapa hal tertentu dan atas semangat afirmasi, peserta ADik Papua dapat memperoleh perlakuan khusus sesuai dengan UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, pasal 74, dan Peraturan Presiden RI No 65 Tahun 2011 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.
3. Perlakuan khusus (afirmasi) yang diberikan kepada peserta ADik Papua semata-mata bertujuan untuk afirmasi pendidikan dan harus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Pedoman Operasional Baku (POB) ADik Papua yang merupakan ketetapan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdikbud R.I.
4. Jumlah kewajiban SKS yang dibebankan adalah sama dengan mahasiswa reguler lainnya, kecuali dipandang perlu oleh penasehat akademik maka jumlah SKS yang dibebankan dapat disesuaikan.
5. PTN pelaksana dapat menunjuk pembimbing/tutor khusus (dosen/ketua PS/ketua Jurusan) yang memiliki perhatian dan pemahaman yang baik tentang mahasiswa ADik Papua sehingga dapat membantu kesulitan belajar mahasiswa peserta ADik Papua hingga batas waktu yang dianggap cukup.
6. PTN pelaksana dapat melakukan monitoring dan evaluasi internal setiap 4 minggu perkuliahan sehingga bantuan pembimbingan dan konseling secepatnya dapat dilaksanakan apabila mereka mengalami masalah belajar yang serius.
7. Bagi mahasiswa ADik Papua yang dipandang perlu memerlukan pembimbingan rekan sebaya, atau bimbingan kakak kelas dalam melakukan tugas-tugas pelajaran hendaknya dapat difasilitasi oleh PTN pelaksana.
8. Apabila dipandang perlu, dan atas pertimbangan kualitas pembelajaran maka dapat dipetimbangkan pemberian ujian ulangan atau “remedial” dan sejenisnya bagi mahasiswa ADik Papua yang belum dinyatakan lulus pada ujian final semester setelah mendapatkan pembimbingan tambahan.

6.2.5. Tutorial Khusus
Agar sistem pembelajaran lebih intensif bagi mahasiswa ADik Papua, maka program tutorial khusus dapat diberikan apabila diperlukan, misalnya penyiapan pembimbing kakak asuh atau pendampingan teman sebaya. Dalam hal ini, setiap 2 sampai 3 orang mahasiswa ADik Papua dapat didampingi oleh 1 (satu) mahasiswa reguler senior. Mahasiswa tersebut dipilih berdasarkan beberapa kriteria, seperti mempunyai kemampuan akademik yang memadai dan telaten sebagai pendamping.

6.2.6. Pembimbingan dan Konseling
Pembimbingan dan konseling adalah upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya putus studi akibat gegar akademik dan suasana belajar, gegar budaya, dan gegar lingkungan yang terjadi pada seoang mahasiswa. Untuk itu mahasiswa yang dipandang memerlukan pembimbingan khusus dan konseling hendaknya difasilitasi oleh PTN pelaksana, sesuai dengan sarana dan pra-sarana yang dimiliki. Dalam hal terdapat mahasiswa yang mengalami masalah psikologi serius dan tidak dapat ditangani lagi oleh PTN palaksana, maka mahasiswa tersebut segara dilaporkan ke Pokja ADik Papua dan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dikti untuk dikordinasikan dengan pemerintah daerah agar dikembalikan ke daerah asalnya.

6.2.7 Monitoring dan Evaluasi Internal
Sebagai bentuk langkah antisipatif, maka diperlukan monitoring dan evaluasi internal tentang aktifitas mahasiswa ADik Papua disetiap 4 minggu perkuliahan, sehingga masalah akan segera diketahui sejak dini. Monitoring dan evaluasi internal mahasiswa ADik Papua dilakukan oleh tim khusus yang ditunjuk oleh PTN pelaksana masing-masing.

6.2.8. Pindah Program Studi dan PTN
Setiap perguruan tinggi memiliki perarturan akademik yang mengatur tentang persyaratan dan tata cara pindah program studi dan pindah ke perguruan tinggi lainnya. Untuk itu, pindah program studi dan atau ke perguruan tinggi lainnya dapat dilakukan kepada mahasiswa ADik Papua yang dipandang mengalami masalah studi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di PTN pelaksana dengan mempertimbangkan semangat afirmasi sebagai kebijakan khusus sebagaimana diatur dalam POB ADik Papua. Untuk itu, dalam POB ini diatur hal-hal sebagai berikut :

1. Mahasiswa program ADik Papua yang dipandang tidak mampu lagi melanjutkan studinya pada program studi semula dapat mengajukan pindah ke program studi yang lain yang dianggap lebih sesuai dengan kemampuannya atas persetujuan pimpinan kedua program studi asal dan tujuan dan sesuai dengan peraturan akademik yang berlaku.
2. Pindah program studi hendaknya dilakukan hanya satu kali selama proses pendidikan.
3. Nilai prestasi akademik yang dicapai pada program studi asal dapat disetarakan pada program studi tujuan sepanjang masih terdapat relevansi akar keilmuannya.
4. Mahasiswa ADik Papua yang dipandang tidak mampu lagi melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi awal dan tidak terdapat program studi lain di perguruan tinggi tersebut yang dapat menerimanya, dapat mengajukan usul pindah ke perguruan tinggi lain yang ada di Provinsi yang sama yang memiliki program studi yang dianggap sesuai, atas persetujuan kedua perguruan tinggi asal dan penerima.
5. Mahasiswa ADik Papua yang dipandang sudah tidak mampu lagi melanjutkan pendidikannya di jenjang program S1 dapat mangajukan pindah ke program Diploma 3, 2, atau 1 baik pada perguruan tinggi yang sama maupun pada perguruan tinggi lain yang masih satu Provinsi dengan perguruan tinggi awal atas persetujuan kedua perguruan tinggi asal dan penerima.
6. Pindah perguruan tinggi hanya diperkenankan satu kali selama proses pendidikan.
7. Nilai prestasi akademik yang dicapai pada perguruan tinggi asal dapat disetarakan pada perguruan tinggi tujuan sepanjang masih terdapat relevansi akar keilmuannya.

6.2.9. Mahasiswa Tidak Aktif dan Drop Out
Mahasiswa tidak aktif adalah mahasiswa yang masih tetap melakukan registrasi pada setiap awal semester, namun sama sekali tidak mengikuti setiap kegiatan proses balajar mengajar selama satu semester. Mahasiswa “drop out” adalah mahasiswa yang aktif mengikuti proses belajar mengajar namun indeks prestasi akademik yang dicapai dibawah ketentuan yang berlaku di perguruan tinggi selama tiga semester pertama berturut-turut, atau melewati batas satuan waktu pembelajaran di program studi. Untuk itu maka;

1. Mahasiswa ADik Papua yang dinyatakan tidak aktif selama satu semester harus diberi peringatan dan pembinaan oleh perguruan tinggi pelaksana.
2. Mahasiswa yang telah diberi peringatan dan pembinaan namun masih tidak aktif pada semester berikutnya dapat dinyatakan sebagai mahasiswa putus studi dan beasiswa ADik Papua yang diterima dapat diberhentikan sepihak oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti atas usul perguruan tinggi pelakana.
3. Mahasiswa “drop out” dapat pula diberlakukan bagi mahasiswa yang melampaui masa studi dengan prestasi akademik dibawah ketentuan yang berlaku di perguruan tinggi.
4. Mahasiswa ADik Papua yang menunjukkan indikasi akan mengalami “drop out” hendaknya lebih awal diantisipasi oleh perguruan tinggi pelaksana melalui kegiatan pendampingan khusus, atau pindah program studi atau pindah perguruan tinggi lain dengan jenjang pendidikan yang lebih rendah sebagai mana diatur dalam POB ADik Papua.

6.2.10. Evaluasi Hasil Studi
Sesuai petunjuk Mendikbud dan Dirjen Dikti bahwa, Program ADik Papua di PTN pelaksana diharapkan agar tidak menjadi penyebab menurunnya penjaminan mutu PTN pelaksana. Untuk itu sistem evaluasi hasil studi harus tetap mengikuti Peraturan Akademik yang berlaku di PT masing-masing dengan mempertimbangkan semangat afirmasi guna membantu dan mencegah mahasiswa mengalami Drop Out. Bantuan kepada mahasiswa ADik Papua dapat diberikan dalam bentuk program remediasi atau semester pendek khusus.

6.2.11. Penyelesaian Studi

1. Mahasiswa ADik Papua yang berhasil menyelesaikan studinya di perguruan tinggi pelaksana, wajib mengikuti wisuda sarjana yang diadakan oleh perguruan tinggi tersebut.
2. Setiap perguruan tinggi yang akan melakukan wisuda mahasiswa ADik Papua wajib menyampaikan data-data calon wisudawan kepada Pokja ADik Papua dan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti selambat-lambatnya 1 bulan sebelum wisuda untuk dikoordinasikan kesemua pihak terkait dalam rangka acara wisuda tersebut.
3. Mahasiswa ADik Papua yang menyelesaikan studinya dengan prestasi akademik yang baik dapat mengajukan permohonan kuliah lanjut ke jenjang S2, atau melamar pekerjaan sesuai bidang ilmunya baik di pemerintahan maupun swasta diseluruh tanah air, atau kembali mengabdi dan menciptakan lapangan kerja guna memperkuat percepatan pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat.
4. Pengembalian peserta ADik Papua dari PTN pelaksana ke tempat asal bagi peserta yang memutuskan kembali mengabdi ke Papua dan Papua Barat, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi Papua/Provinsi Papua Barat.

BAB VII
MONITORING DAN EVALUASI

Bentuk kegiatan monitoring dan evaluasi adalah kegiatan terintegrasi dalam melakukan pemantauan, pembinaan dan penyelesaian masalah terhadap pelaksanaan program ADik Papua. Secara umum tujuan kegiatan ini adalah untuk meyakinkan bahwa seleksi, pelaksanaan, pembinaan dan penyaluran dana bantuan pendidikan program ADik Papua telah dilakukan dengan baik dan telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Disamping itu, progres pencapaian indeks prestasi akademik setiap semester hendaknya selalu dimonitor untuk mencegah terjadinya “drop out” dan tidak aktif kuliah.
Komponen utama yang dimonitor dan dievaluasi antara lain:
1. Efektifitas pelaksanaan kegiatan sosialisasi program ADik Papua dan keterjangkauan informasi kepada masyarakat di seluruh daerah.
2. Akuntabilitas pelaksanaan seleksi calon mahasiswa ADik Papua yang sesuai dengan sasaran program ADik Papua.
3. Alokasi dan pemenuhan kuota calon mahasiswa dan dan pencairan dana bantuan pendidikan ADik Papua.
4. Penyaluran dan atau penggunaan dana bantuan pendidikan ADik Papua yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Pelayanan dan atau pembinaan mahasiswa di perguruan tinggi penerima program ADik Papua.
6. Administrasi pengelolaan keuangan program ADik Papua di perguruan tinggi pelaksana.
7. Pelaporan IPS – IPK yang dicapai oleh peserta dan penanggulangannya bagi yang bermasalah.
8. Pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel.
7.1. MONITORING PELAKSANAAN ADik PAPUA
Pelaksana program ADik Papua harus menyusun laporan terkait dengan perencanaan dan pelaksanaan program ADik Papua, sejauh mana pelaksanaan program apakah berjalan sesuai dengan yang direncanakan, apa yang telah dan belum dilaksanakan, hambatan yang dialami dan mengapa hal tersebut dapat terjadi, serta upaya untuk mengatasi hambatan tersebut, serta rekomendasi untuk perbaikan program di masa yang akan datang.
Hal-hal yang harus ada di dalam laporan adalah:
1. Data statistik tentang distribusi peserta ADik Papua di perguruan tinggi setiap semester di seluruh Indonesia dengan capaian indeks prestasi akademik masing-masing peserta di pergruan tinggi masing-masing.
2. Penyaluran dan penerimaan bantuan pendidikan ADik Papua di setiap perguruan tinggi. Panitia pelaksana menyusun statistik penerima bantuan berdasarkan data yang diterima dari Tim Manajemen perguruan tinggi.
3. Penggunaan dana ADik Papua oleh PTN pelaksana besaran dana yang dibutuhkan di setiap pergruan tinggi untuk setiap program studi. Panitia pelaksana menyusun laporan tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh dari tim perguruan tinggi.

7.2. EVALUASI PROGRAM
Berdasarkan data-data yang diperoleh pada monitoring dan evaluasi program, maka panitia pelaksana/Pokja MRPTNI menyusun suatu rekomendasi yang memuat berbagai temuan empiris pada pelaksanaan program Adik Papua untuk kesempurnaan program dimasa yang akan datang. Dalam laporan evaluasi tesebut harus ditekankan faktor-faktor penghambat dan kesulitan-kesulitan yang memerlukan penanganan khusus melalui kebijakan Ditjen Dikti Kemdikbud R.I

7.3. LAMAN RESMI DAN ALAMAT PENGELOLA
a. Informasi resmi mengenai Program ADik Papua dapat diakses melalui laman resmi yang akan di launching kemudian
b. Selain laman resmi tersebut, komunikasi dan informasi dapat melalui laman MRPTNI : www.unhas.ac.id/crisu
Demikian Pedoman Pelaksanaan Program Affirmasi Pendidikan Tinggi bagi Putra-Putri Orang Asli Papua (ADik Papua) ini disusun sebagai pedoman bagi semua pihak terkait dalam pelaksanaan Program ADik Papua.
Jakarta, …………………… 2014

Mengetahui: Ketua Majelis Rektor
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Perguruan Tinggi Negeri Indonesia,
Prof. Dr. Djoko Santoso, MSc Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi
FORM F-10
(HALAMAN 1)

FORM F-10
(HALAMAN 2)
PETUNJUK PENDAFTARAN
Program Afirmasi Dikti bagi Putra Putri
Orang Asli Papua
FORMULIR F-10
Kolom yang harus diisi adalah Kolom A (Data Pribadi) sampai kolom E (Kegemaran dan Lingkungan Siswa).
Pengisian masing-masing kolom menggunakan huruf kapital (huruf balok) dan harus mengikuti petunjuk sebagai berikut :
A. DATA PRIBADI
1-a Nama
Isilah nama Anda pada tempat yang tersedia, nama harus sedemikian rupa sehingga dapat tercakup dalam tempat yang tersedia (23 huruf). Susunan dan ejaan harus sesuai dengan nama yang tertulis dalam ijasah/STTB anda.
Contoh : Muhammad Irwan Purwanto, supaya tercakup dalam tempat yang tersedia dapat disingkat menjadi :
Muhammad Irwan P atau
Muhammad I. Purwanto atau
M. Irwan Purwanto
1-b Nomor induk siswa
Isilah kolom dengan NIS atau stambuk Anda, mulai dari kolom sebelah kiri. Jika NIS Anda hanya 5 digit, maka kosongkan kolom yang sisa.
1-c Nomor Induk Siswa Nasional
Isilah kolom dengan NISN Anda, mulailah dari kolom sebelah kiri. Jika Anda belum mempunyai NISN, kosongkan saja.
1-d Jurusan
Beri tanda silang pada kotak yang sesuai dengan jurusan Anda saat di SLTA.

2-a Nama SLTA
Isilah kolom dengan nama sekolah (SLTA) Anda.
2-b Alamat SLTA
Isikan nama jalan/RT/RW/Desa/Kecamatan sedemikian sehingga cukup pada kolom tersedia, tetapi dapat dikenal dan dijangkau oleh petugas pos. Isikan pula Kabupaten/Kota tempat SMA Anda dan Kode Pos. Jika Anda tidak mengetahui kode pos, tanyakan pada guru atau kepala sekolah.
2-c Telepon SLTA
Isikan kode wilayah pada 4 digit pertama, lalu nomor telepon pada 7 digit berikut. Jika nomor telepon sekolah hanya 5 digit, mulailah dari kolom sebelah kiri dan kosongkan sisanya. Jika sekolah Anda belum mempunyai telepon, dapat diisikan dengan telepon guru/kepala sekolah atau tetangga terdekat, tetapi harus dikomunikasikan sebelumnya dengan yang bersangkutan.
3- Jenis kelamin
Beri tanda silang pada kotak sesuai dengan jenis kelamin Anda.
4-a Tempat lahir
Isikan nama tempat/kabupaten/kota tempat Anda dilahirkan sesuai dengan akte kelahiran.
4-b Tgl/Bln/Thn lahir (angka)
Isikan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran Anda dengan menggunakan angka. Jika tanggal dan bulan lahir Anda <10, beri angka nol di depannya. Contoh: 2 Mei 1992 diisikan 02-05-92.
5-a Alamat siswa
Isikan nama jalan/RT/RW/Desa/Kecamatan sedemikian sehingga cukup pada kolom tersedia, tetapi dapat dikenal dan dijangkau oleh petugas pos. Isikan pula Kabupaten/Kota tempat domisili Anda dan Kode Pos. Jika Anda tidak mengetahui kode pos, tanyakan pada orang tua atau kantor pos.
5-b Telepon
Isikan kode wilayah pada 4 digit pertama, lalu nomor telepon Anda pada 7 digit berikut. Jika nomor telepon Anda hanya 5 digit, mulailah dari kolom sebelah kiri dan kosongkan sisanya. Jika Anda belum mempunyai telepon, dapat diisikan dengan nomor HP atau telepon tetangga terdekat, tetapi harus dikomunikasikan sebelumnya dengan yang bersangkutan.
6- Agama
Beri tanda silang pada kolom dengan agama yang Anda anut.
B. DATA PRESTASI
a. Salinan nilai mata pelajaran semester 1 sampai dengan 6
Isikan nilai kognitif dari tiap mata pelajaran sesuai dengan nilai semester 1 di kolom I, semester 2 di kolom II, dan seterusnya.
Khusus untuk mata pelajaran Kesenian dan Pendidikan Jasmani isikan nilai psikomotor (praktek).
b. Peringkat siswa per semester
Isikan peringkat Anda per kelas untuk setiap semester, hanya jika peringkat tersebut tercantum di dalam rapor Anda. Jika tidak, kosongkan saja.
Demikian juga halnya dengan jumlah siswa per kelas.
c. Tahun kelulusan
Beri tanda silang pada kotak yang sesuai dengan tahun kelulusan Anda di SLTA.
d. Total nilai UN saja (bukan nilai sekolah)
Isikan hanya nilai total hasil ujian nasional SLTA Anda pada kolom tersedia, BUKAN nilai hasil ujian sekolah.
C. DATA ORANG TUA/WALI
1-a Nama orang tua/wali
Isikan nama lengkap ayah atau wali Anda sedemikian sehingga sesuai dengan kolom yang ada.
Alamat orang tua/wali
Isikan nama jalan/RT/Desa/Kecamatan sedemikian sehingga cukup pada kolom tersedia, tetapi dapat dikenal dan dijangkau oleh petugas pos. Isikan pula Kabupaten/Kota tempat domisili orang tua/wali Anda serta Kode Pos. Jika Anda tidak mengetahui kode pos, tanyakan pada petugas kantor pos.
1-b Telepon
Isikan kode wilayah pada 4 digit pertama, lalu nomor telepon orang tua/wali Anda pada 7 digit berikut. Jika nomor telepon orang tua/wali Anda hanya 5 digit, mulailah dari kolom sebelah kiri dan kosongkan sisanya. Jika orang tua/wali Anda belum mempunyai telepon, dapat diisikan dengan nomor HP atau telepon tetangga terdekat, tetapi harus dikomunikasikan sebelumnya dengan yang bersangkutan.
2- Susunan keluarga
Isikan nama ayah, ibu, lalu saudara Anda secara berurutan sesuai umur pada lajur 2, lalu isikan pendidikan dan pekerjaan masing-masing anggota keluarga pada lajur 3, dan isikan keudukan masing-masing dalam keluarga, misalnya: ayah, ibu, kakak, adik, dan sebagainya.
3- Pekerjaan ayah/wali
Beri tanda silang pada kolom yang sesuai, tuliskan tambahan keterangan pada kolom tertentu, misalnya: TNI.POLRI Pangkat Briptu.
4- Penghasilan ayah per bulan
Isikan penghasilan rata-rata per bulan ayah/wali Anda dalam satu tahun terakhir. Contoh : Jika ayah/wali Anda PNS dengan gaji Rp. 1.500.000,-/bulan dan Ayah Anda juga mempunyai sawah yang menghasilkan padi senilai Rp. 1.000.000,-/panen atau sekitar Rp. 250.000,-/bulan. Jadi penghasilan orang tua/wali Anda setiap bulannya adalah Rp. 1.500.000,- + Rp. 250.000,- atau totalnya Rp. 1.750.000,-.
5- Pekerjaan ibu/wali
Beri tanda silang pada kolom yang sesuai, tuliskan tambahan keterangan pada kolom tertentu, misalnya: TNI.POLRI Pangkat Briptu.
6- Penghasilan ibu per bulan
Isikan penghasilan rata-rata per bulan ibu/wali Anda dalam satu tahun terakhir.
D. KEGEMARAN DAN LINGKUNGAN SISWA
Beri tanda silang pada kolom yang sesuai, boleh lebih dari satu opsi, sesuai dengan kegemaran dan kenyataan yang ada di lingkungan Anda.
E. PEMINATAN
Anda diwajibkan memberi tanda silang hanya pada satu pilihan bidang minat yang tersedia.
F. PTN dan PRODI PILIHAN
Anda diperkenankan memilih 2 PTN dan sebanyak-banyaknya 2 program studi setiap PTN yang Anda pilih. Anda dapat menyatakan kesediaan ditempatkan di PTN dan PS manapun oleh Panitia.
a. Kode PTN
Isikan kode PTN pada kotak yang tersedia, yang Anda pilih sesuai dengan nama PTN yang tercantum pada lajur 2 Lampiran 1.
b. Kode Prodi
Isikan kode prodi yang Anda pilih sesuai dengan kode program studi yang tercantum pada lajur pada Lampiran Daftar Program Studi.
Di bagian akhir borang pendaftaran ini, Anda menuliskan nama Kab/Kota asal Anda, tanggal, nama, dan tanda tangan Anda di halaman 2 sebelah kanan bawah, lalu serahkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten. Lampirkan fotokopi rapor yang dilegalisir oleh sekolah/Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan surat keterangan dokter.

Daftar Istilah dan Singkatan
• POB (Pedoman Operasional Baku)
• ADik Papua (Afirmasi Pendidikan Tinggi Papua)
• OAP (Orang Asli Papua)
• SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri)
• MRPTNI (Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia)
• POKJA ADik Papua (Kelompok Kerja yang ditugaskan oleh MRPTNI menyelenggarakan Program ADik Papua)
• DIKTI (Dirjen Pendidikan Tinggi)
• DIRBELMAWA (Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan)
• UP4B (Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat)
• PTN Pelaksana (Perguruan Tinggi Negeri penyelenggara ADik Papua)
• PTN Koordinator (Perguruan Tinggi Negeri Lokal Papua dan Papua Barat yang mengkoordinasikan rekruitmen calon peserta
• Daerah 3T (Daeran terluar, tedepan dan tertinggal)
• UTS (Ujian Tulis Semester)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *