Jakarta – Delapan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turut ambil bagian dalam ajang National Leadership Camp (NLC) 2025 yang diselenggarakan oleh Rumah Kepemimpinan pada 22–24 Agustus 2025 di Depok, Jawa Barat. Kegiatan yang diikuti lebih dari 700 peserta dari seluruh Indonesia ini menjadi forum strategis untuk memperkuat ekosistem kepemudaan sekaligus menyiapkan generasi pemimpin menuju Indonesia Emas 2045.

Adapun delapan delegasi UPI yang terpilih yaitu: Muhammad Ridho Alfirdausi (Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam), Kaka Satria Pratama (Pendidikan Khusus), Muhammad Salman ‘Audah (Pendidikan Multimedia), Inda Sagita Hamdani (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga), Asna Diahulhaq Fayyadah (Pendidikan Multimedia), Lailatus Sa’adah (Ilmu Pendidikan Agama Islam), Izzati Zahrani (Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam), serta Kayla Nurul Tahira (Ilmu Pendidikan Agama Islam).

Salah satu delegasi UPI, Muhammad Ridho Alfirdausi, menilai forum ini merupakan ruang pembelajaran berharga untuk mengasah visi dan karakter kepemimpinan mahasiswa.

National Leadership Camp adalah wadah inkubasi para pemimpin muda yang siap menggerakkan dan menjadi masa depan Indonesia. Pemimpin tidak lahir, tetapi dibentuk. Dengan kegigihan, mimpi, dan tekad yang kuat, kita masih punya harapan besar untuk Indonesia. Masa depan negeri ini ditentukan dari sekarang, oleh anak-anak muda yang siap memimpin,” ujar Ridho.

Selain sesi seminar dan diskusi, NLC 2025 juga menggelar sejumlah program aksi, seperti Voice for Palestine yang berhasil mengumpulkan donasi solidaritas lebih dari Rp29 juta, serta Leadership Fest yang membahas isu-isu aktual mulai dari kewirausahaan, teknologi, hingga kecerdasan buatan.

Selama tiga hari penyelenggaraan, peserta NLC mendapatkan beragam sesi penguatan kepemimpinan yang menghadirkan 28 pembicara dari lintas sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, hingga industri digital. Sejumlah tokoh nasional yang hadir antara lain Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

Dalam sambutan pembuka, Sultan Bachtiar menegaskan bahwa kepemimpinan harus dibangun di atas visi, ketangguhan, serta komitmen untuk mewariskan nilai. Ia juga mengapresiasi konsistensi Rumah Kepemimpinan dalam menyiapkan kader muda. “Forum ini ibarat laboratorium yang benar-benar mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Pesan senada juga disampaikan Emil Dardak. Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya berperan sebagai pengarah dari depan, tetapi juga sebagai pendengar dan pembina. “Kepemimpinan bukan sekadar memberi perintah, melainkan menjadi tempat bersandar, mendengarkan, dan membimbing timnya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menekankan pentingnya daya tahan dan kreativitas dalam menghadapi ketidakpastian zaman. Ia menyebut bahwa di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), generasi muda dituntut memiliki pola pikir bertumbuh, kemampuan membaca momentum, serta keterampilan berkolaborasi.

Wakil Mendagri Bima Arya juga memberikan pesan kuat kepada peserta NLC. “Jabatan hanya sementara, pengabdian selamanya. Hal besar selalu dimulai dari hal kecil,” katanya, menegaskan pentingnya makna dan integritas dalam setiap langkah pemuda.

Kehadiran delegasi UPI di forum berskala nasional ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi kampus dalam melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan komitmen membangun Indonesia di masa depan.

About Author

Skip to content